SELAMAT DATANG
image

JOKO EDAN

08122909403


JL. Karanganyar Raya No. 7 Pudakpayung
BANYUMANIK - SEMARANG
INDONESIA

TENTANG JOKO "EDAN" HADIWIJOYO

image

oleh Ki Haris Pragota

Ki Joko Edan bernama asli Joko Prasojo. Kemudian ada nama lain, yang   didapatkan setelah menikah, yaitu Joko Hadiwidjoyo. Sehingga sampai saat dini dikenal dengan sebutan Ki Dalang Joko Edan Hadiwidjoyo. Ki Joko Edan adalah seorang seniman wayang kulit atau lebih familiar disebut dalang dari kota Semarang. Pria ini lahir di Jogja, 20 Mei 1948.   Kiprahnya pada dunia seni pantas dibilang luar biasa. Pernyataan ini terbukti dari begitu banyaknya penghargaan yang telah ia dapatkan. Salah satu prestasi yang membanggakan ialah nama dirinya tercatat di Museum Rekor Indonesia sebagai sutradara pertunjukan wayang kulit yang diisi dan atau diikuti  oleh 34 (tiga puluh empat) kelompok seni, yang pada waktu itu pertunjukan tersebut digelar di Gedung Wali Kota Semarang pada Juli 2005 lalu.

Joko adalah suami dari Nurhana (penyanyi), dan dari hasil pernikahan ini lahirlah dua orang putri bernama Rahayu Hana Wijayanti  dan Dewi Lestari Hana Wijayanti. Kedua putrinya ini walau masih kecil- kecil namun menurut pengakuan ayahnya sudah mulai terlihat bakat- bakat seninya apalagi di dunia computer, sangatlah suka. Terutama pada anaknya yang nomer dua, sudah sering meraih juara di berbagai perlombaan menyanyi. Tentu saja ini merupakan anugerah yang patut mereka syukuri.

Ki Joko bercerita bahwa dirinya sejak dalam perut sudah dibiasakan oleh sang ayah dikenalikan dunia pewayangan. Kebetulan sang ayah dari dulu   adalah pecinta wayang kulit yang luar biasa,   meski tak bisa mendalang. Dan lahirlah Joko yang akhirnya terbiasa dan senang juga dengan kesenian ini. Sejak kecil dirinya suka menggambar- gambar wayang. Terlebih lagi Joko sangat senang bila ada kesempatan menonton pertunjukan wayang saat itu. Hingga jadilah saat ini dirinya menjadi dalang kondang, yah,… Ki Joko Edan yang juga sebagai sang penggagas acara Festival Sanggit Dalang Se- Jawa Tengah di RRI Semarang beberapa waktu lalu .

Sangat luar biasa kiprahnya, Menurut catatan saya acara pegelaran  wayang kulit yang berhubungan dengan  event penting baik daerah maupun nasional telah dilakukannya di antaranya :

1.  Pagelaran Wayang Kulit sosialisasi ke masyarakat  tentang  Uang palsu oleh Bank Indonesia dan PERURI

2.  Pagelaran  wayang kulit peresmian Jalan Tol Semarang -Solo oleh Gubernur Jateng H. Bibit Waluyo

3.  Pagelaran Wayang kulit dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Taman Mini Indonesia Indah

4. Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari Ulang Tahun Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah.

5.  Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Pilihan Kepala Daerah Sumatra Selatan Bapak Alex Noordin.

6.  Pagelaran Musik Campursari  TVRI Jateng tiap hari Senin jam 18.00 minggu Kedua.

7.  Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Semarang Pesona Asia oleh Walikota Semarang H. Sukawi Sutarip.

8.  Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Semarang Great Sale oleh Pemkot Semarang

9. Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari Ulang Tahun Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia Pengcab Jateng

10. Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari Ulang Tahun PT. SRI BOGA RATU RAYA

11. Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari Ulang Tahun PT. BOGASARI

12. Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari Ulang Tahun PT Indesso Aroma

13. Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari Ulang  Tahun Radio Kayu Manis Jakarta

14. Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari Ulang Tahun  Televisi INDOSIAR.

15. Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari Ulang Tahun RS MEDIKA NGALIYAN.

16. Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari Ulang Tahun RS PERMATA BUNDA PURWODADI.

17. Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Peresmian KUD  Ds. Bumi Kencana C4, Kec. Sungai Lilin, Kab.  Musibanyuasin Palembang.

18. Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka  Panen Raya Pabrik Gula Purwodadi Magetan – Madiun

19. Pagelaran Wayang Kulit oleh Depkominfo : * Sosialisasi UUD 1945 dan Pancasila * Sosialisasi UU Pornografi * Sosialisasi KTT ASEAN * Hari Penyiaran Nasional

20. Pagelaran Wayang Kulit bersama Ki Warseno Slank dan Ki Enthus Susmono dalam rangka HUT Golkar Jateng oleh H. Jusuf Kalla

21. Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Pilihan Kepala Daerah Jawa Tengah H.  Bibit Waluyo.

22. Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Peresmian Kapal PT. NUSAINA KOBISONTA A1, Kec. Seram Utara Timur Maluku Tengah.

23. Kerja sama dengan DINAS SOSIAL JAWA TENGAH menghibur di Panti-panti Jompo, SLB Se Jawa Tengah.

24. Pagelaran Wayang dalam Rangka Menghibur Korban Gunung Merapi.

25. Pagelaran Wayanag Kulit, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

26. Pagelaran Wayang Kulit dalam Rangka Sosialisasi TKI dari BP3TKI di Lima kota Batang, Karanganyar, Purwodadi, Semarang, Wonosobo.

27. Pagelaran wayang kulit dalam rangka Sosialisasi KB dari BKKBN

28. Dan masih banyak kegiatan yang tidak bisa disebutkan.

Ki Joko menamatkan sekolahnya hanya sampai di bangku Sekolah Dasar. Dirinya memilih lari dari bangku sekolah karena saat kelas dua SMP sempat tidak naik kelas sebanyak dua kali. Lepas dari sekolah,   pria ini melanjutkan perjalanan hidupnya sebagai anak jalanan. Setelah merasa puas mendapat pengalaman macam- macam, dirinya dinasehati sang ayah dan diberi motifasi penuh untuk kembali belajar. Joko mendapat arahan untuk ikut kursus pedalangan di Ngesti Bhudaya.   Pria ini mengikuti kursus tersebut selama tiga tahun.

Baru saja menyelesaikan tahun pertamanya di kursus Pedalangan Ngesti Bhudaya dirinya sudah mulai suka lari dari jadwal belajar yang ditentukan. Dirinya lebih memilih untuk sering- sering melihat dan mengikuti praktek pertunjukan langsung dari dalang- dalang kondang. Kemudian dari hasil banyak mengamati itu akhirnya Joko lebih mahir mendalang dan mencoba- coba berpraktek walau belum kelar betul belajarnya. Ternyata setelah dia coba, hasilnya adalah terlaksana dengan baik. Setelah itu kecintaannya semakin besar lagi pada dunia wayang ini. Pertama kali ia praktek mendalang, yaitu di rumahnya sendiri pada saat ayahnya mengadakan acara Suronan untuk warga sekitar di tempatnya. Kemudian lagi pertama kali dalang ia jalani sebagai profesi (menghasilkan materi/ ditanggap), yaitu di Tengaran, Salatiga pada acara resepsi pernikahan.

Tokoh wayang yang menjadi idola Joko Edan adalah Rahwana. Alasan dirinya menyukai Rahwana, yaitu Rahwana merupakan sosok seorang raja yang full comitmen, berprinsip kuat, berani mengambil resiko tinggi, dan tak kenal menyerah dalam pencapaian cita- citanya. Sedang cerita wayang favoritnya adalah Mahabarata, sebab kandungan cerita ini sangat kompleks, di mana ada unsur politik, ketatanegaraan, dan lain sebagainya.

Dari usia enam belas tahun sampai sekarang, tentunya KI Joko Edan sudah punya banyak sekali pengalaman- pengalaman mendalang. Dikatakan, ada   cerita menarik, yaitu pengalaman berkesan dari dirinya. Saat itu Joko sedang ditanggap oleh Bibit Waluyo (sekarang Gubernur Jateng), kemudian Joko mengibaratkannya sebagai Bima, dalam jalan ceritanya ini digariskan ternyata Bima bukanlah orang yang berhak mendapat wahyu, dan kagetlah semua penonton yang hadir dalam acara hajatanya Bibit tersebut, namun dilanjutkan lagi ceritanya oleh Joko memang bukanlah Bima nama yang keluar, yang muncul dan pantas sebagai penerima wahyu adalah namanya langsung yaitu Bibit waluyo. Joko sangat senang sekali sempat sesaat membuat pejabat itu dikerjai dan berhasil membuat candaan yang menegangkan. Ada lagi pengalaman berkesan lainnya, yaitu saat dirinya tampil di daerah transmigran, yaitu di Sitiung, Padang. Saat itu cuaca hujan deras dan banjir lumpur lumayan tinggi, tapi penonton yang hadir begitu banyak dan membludak. Ki Joko Edan tampil di antara Persatuan masyarakat Jawa di Padang. Mungkin besar rasa rindu mereka terhadap kebudayaan asli daerahnya. Karena meski berdomisili lama di Padang, orang- orang tersebut adalah aslinya orang Jawa. Dengan melihat antusias yang sedemikian luar biasanya, Ki Joko pun berdalang dengan rasa bangga dan semangat yang besar.

Selain mendalang, Ki Joko Edan juga menguasai seni lain, yaitu musik. Pria ini trampil memainkan alat musik apapun kecuali biola, begitu menurut pengakuannya. Sedang kalau seni lukis dia berterus terang tidak bisa dan kemudian jadi tidak terlalu senang.

Dalam menjalankan pagelaran wayangnya Ki Joko Edan membawa 63 personil yang teergabung dengan nama “Wijoyo Laras”. Personil tersebut terdiri dari pengendang/pengrawit dan suarawati/pesinden. Dalam membantu acara – acara tidak hanya wayang kulit tetapi juga campursari. Untuk harga/tarif memang bukan tujuan utamanya, namun Ki Joko merasa bangga dan bahagia jika bisa bersama dan menghibur masyarakat, sedangkan Pagelaran untuk luar kota disesuaikan jarak dan biaya transportasinya.Walau demikian dengan seni semua itu tetap saja terasa indah, namun bermanfaat dan mengajak berfikir berbagai pihak terutama yang melihat pagelaran wayangnya tersebut.

Dirinya adalah sosok seniman yang besar sekali kepeduliannya terhadap generasi muda bangsa. Akhir- akhir ini dirinya sering diundang dalam acara seminar- seminar kampus dan sarasehan- saresan budaya. Seminar- seminar ini terutama membicarakan tentang budaya dan kekayaan bangsa. Dirinya sangat tidak suka bila ada yang meremehkan budaya Indonesia. Joko prihatin sekali bila melihat anak- anak muda sekarang yang justru senang dan antusias terhadap budaya barat yang kadang jauh dari norma- norma ketimuran.

Dirinya pun berucap prihatin terhadap generasi muda yang selalu ribut mengantri kerja setelah lulus, bahkan telah bertitel segala macam. Dirinya berpesan bahwa berhentilah menghabis- habisi peluang/lowongan kerja tapi justru cobalah untuk membuka peluang- peluang kerja itu, untuk diri sendiri bahkan dapat untuk orang lain juga. “ Hentikan segera budaya kuli”, kira- kira demikian inti penuturannya.

Alamat :  Perumahan Payung Mas, Jl. Hulu No. G - 136.

PUDAK PAYUNG - SEMARANG

Nomor telepon : 0247475440



 

Thu, 2 Feb 2012 @15:41

Copyright © 2014 www.harissemarang.com, o8122551665 · All Rights Reserved